nu

nu

A. STRUKUT ORGANISASI SANTRI PPM ASWAJA NUSANTARA





Struktur Kepengurusan
Organisasi Santri PPM Aswaja Nusantara
2014-2015


DPP
Ketua                                    : M. Ilyas
Wakil Ketua                        : Anggun A
Jobdes
1.     Bertanggung Jawab atas Rapat Dwi Mingguan
2.     Membidangi Pendidikan dan Media

3.     Bertanggung Jawab Rapat Pleno
4.     Membidangi Seni Budaya dan Muhadhoroh
5.     Membidangi Kebersihan dan Ketertiban Putra


Sekretaris                            : Ningsih
Wakil Sekretaris               : April
Sekretaris 1                       
Surat Menyurat
Membidangi  Ketertiban

Sekretaris 2
Notulensi Rapat dan daftar Hadir ------à buku besar
Membidangi Kebersihan


Bendahara                          : Fathur
Wakil Bendahara             : Neni
Jobdes:
Bendahara 1                     
Sistem akuntansi
Penarikan kas putri
Penarikan SPP
Fund-raising
Membidangi Sarpras

Bendahara 2
Penarikan kas putra
Penarikan SPP
Fund-Raising
Membidangi Sarpras




Program Utama

1.     Rapat Pleno                        Sebulan Sekali       (Ahad Minggu Terakhir)                      
2.     Rapat  PH                            : Dua Minggu sekali ( tgl 1 dan 15)…
3.     Rapat Insidental               : Tergantung Kebutuhan
4.     Networking
5.     Studi Banding
                                             
Tujuan Program
1.     Monitoring Program
2.     Evaluasi
3.     Pendampingan





Departemen Pendidikan, Kajian, Pelatihan
Arbah
Faruq
Saras
Galih

Pendidikan : Arbah
Reguler berjalan dan evaluasi bulanan
Belajar Pagi
Les                                               

Kajian: Faruq
Per dua bulan sekali


Pelatihan: Arbah dan Faruq

Jurnalistik                                       : Liburan Semesteran
Analisis Sosial dan Riset                        :





Departemen Seni, Budaya, dan Muhadhoroh
Miftah
Alwi
Wiwid

Miftah
Muhadhoroh Tiap malam ahad Legi

Alwi
Pelatihan AL-Barjanji
Berjanjen Reguler dengan Pola per kamar
Berjanjen Akbar per bulan      
Qiroah                                              :


Wiwid
Teater Aswaja



Departemen Media dan Pustaka
Yaya
Ranti

Yaya
Membuat Blog                               :  November Launching

Ranti
Membuat Mading                         : Dua Minggu
Yaya dan Ranti
Video Dokumenter  per event
Hasil Produksi                                           :  2 video
                                               
Penambahan koleksi perpustakaan
Digitalisasi Perpustakaan dan Pengembangan e-pustaka





Departemen Pembangunan, Sarpras, dan Electricity
Taqin
Mas’udi

1.     Penambahan rak sepatu dan sandal                        : senin
2.     Perangkat instrument atau alat hadhroh               :
3.     Catatan dinding per kamar                                          : akhir desember
4.     Tempat Spidol per kelas                                                :  awal desmber
5.     Pencegahan trocoh: bawah smaping tangga, kamar barat, kamar timur….: ?                   Besok beli seng 1….
6.     Mematikan listrik setiap jam 23,00 wib dan pagi hari


Departemen Ketertiban dan Kebersihan
Rofiq
Baqin

1.     Checking kegiatan ngaji dan sekolah
2.     Pengawalan tatib
3.     Kerja Bakti Mingguan
4.     Piket Harian


Pembidangan
Ilyas                                       :Media dan Pendidikan

Anggun                                : Seni, Budaya, Muhadhoroh

April, Ningsih                    : Kebersihan dan Ketertiban

Fathur, Neni                       : Sarpras




Program Kepengurusan

1.     PHBI
2.     Akhirus Sanah
3.     Ziaroh Akhir Tahun
4.     Pembuatan Seragam

visi dan misi pesantren Aswaja nusantara

A.     Misi
1.      Mengembangkan kurikulum pesantren ahlus-sunnah waljamaah secara komprehensif berbasis riset dan leadership.
2.      Menyelenggarakan proses pembelajaran yang kreatif, inovatif, ngangeni, dan berorientasi pengembangan akademik, akhlakul karimah, leadership, dan potensi santri yang multidimensional.
3.      Menumbuhkan atmosfir religius dan akademik yang kuat dalam lingkungan proses pembelajaran.
4.      Mengembangkan capacity-building  kelembagaan secara kontinyu dan sistematik, menuju tata kelola yang baik, mandiri, dan total quality culture.



B.      Sasaran Kegiatan
1.      Meningkatkan mutu dan profesionalitas sumber daya manusia pendidik dan kependidikan melalui pendidikan dan pelatihan yang terprogram
2.      Meningkatkan kualitas  proses dan lingkungan pembelajaran yang kondusif untuk proses pembelajaran dan internalisasi nilai-nilai kepesantrenan.
3.      Melengkapi fasilitas dan infrastruktur pembelajaran yang memadai dan berkualitas meliputi musholla, ruang belajar, perpustakaan, laboratorium, ruang pertemuan, sarana olahraga, sanitasi, kantin, gudang, dan lainnya.
4.      Meningkatkan layanan akademik, administrasi, dan mengembangkan sistem informasi manajemen berbasis ICT.


Pesantren Pelajar-Mahasiswa (PPM) Aswaja Nusantara Mlangi

Pesantren Pelajar-Mahasiswa (PPM)
 Aswaja Nusantara Mlangi
Dzikir-Fikir-Amal Sholeh



Pijakan
§  Falaula nafaro minkulli firqotin minhum thoifatun liyatafaqqohu fid-din, walyundziruu  qoumahum idza roja’uu ilaihim, la’allahum yahdzurun...al-ayah
§  Barang siapa yang dikehendaki oleh Alloh swt menjadi orang baik, maka Dia akan memberikannya pemahaman  agama yang mendalam.
§  Barang siapa menghendaki kebahagiaan akherat, maka dengan ilmu.
Barang siapa menghendaki kebahagiaan dunia, maka dengan ilmu.
Barang siapa menghendaki kebahagiaan keduanya, maka dengan ilmu.

Kanjeng Nabi Muhammad saw


Inspirasi

Seorang tokoh yang berasal dari Kerajaan Mataram Islam lebih memilih jalan-kebudayaan dalam perjuangannya. Mengembara dari pesantren ke pesantren, menempa ruhani, bergulat dengan spiritualitas, mengakumulasi ilmu pengetahuan, dan membangun masyarakat dengan penyebaran ilmu-ilmu agama, serta mendidik kader perjuangan melawan kolonialisme, lebih dipilih tinimbang posisi menggiurkan sebagai  sultan pertama Keraton Yogyakarta, semenjak  Mataram Islam dibelah menjadi dua bagian dalam perjanjian Gianti. Sekian kitab dan warisan spiritual pun menjadi saksi sejarah pilihan jalan-kebudayaan tersebut. Hasilnya, ratusan pesantren tersebar dari Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, masih eksis dan kian berkembang dalam memberikan pendidikan mencerahkan bagi masyarakat.  Beliau adalah BPH Sandiyo, yang oleh masyarakat luas dikenang sebagai Mbah Kyai Nur Iman Mlangi. Pesantren ini ingin meneladani jejak-kebudayaan tersebut.



A.     Latar Belakang
            Pesantren dan madrasah telah berkiprah sejak jauh sebelum kata Indonesia dikenal, fase perjuangan bangsa, menjaga dan meningkatkan intelektualitas bangsa, pengembangan ilmu pengetahuan, ikut menyelesaikan persoalan-persoalan sosial-kemasyarakatan dan kebangsaan dengan spirit dan basis nilai keislaman tanpa tercerabut dari nilai-nilai luhur budaya bangsa. Telah berabad-abad, reputasi, keunggulan, dedikasi, kontribusi,  maupun komitmen  pesantren dan madrasah pesantren,  berkontribusi kepada masyarakat, bangsa, negara dan umat manusia.
            Dengan berjalannya waktu, dunia begitu cepat berkembang. Perubahan dan pergeseran terjadi di mana-mana. Mulai dari ekonomi, politik, sosial, budaya, teknologi, masyarakat, pendekatan kajian Islam, hingga permasalahan sosial kemasyarakatan. Masyarakat, pasar,  dan negara  mengalami transformasi besar-besaran. Akan tetapi, perubahan tersebut tidak berbanding lurus dengan perbaikan masyarakat dan negara yang baldatun thoyyibatun wa-robbun ghofur. Sebaliknya, kondisi dan realitas sosial yang ada semakin memprihatinkan. Akhlakul karimah  semakin tidak mendapat tempat. Dalam wilayah lain, globalisasi menghadirkan arena kompetisi antar-individu berbasis keunggulan sumber daya manusia. Yang survive adalah mereka yang berkualitas dan menguasai teknologi informasi. Ruang di mana keunggulan dan keberhasilan sekelompok orang, komunitas, kelompok, dan negara harus selalu dibayar dengan keterpurukan yang lainnya.
            Alhasil, secara ringkas, pesantren dihadapkan oleh berbagai tantangan lingkungan internal dan eksternal strategis. Secara internal, pesantren dan madrasah dihadapkan kenyataan keterbelakangan umat Islam dalam pendidikan, ekonomi, kesehatan, teknologi, dan lainnya; kenyataan fenomena pemikiran keislaman yang lebih terkooptasi ketimbang menjadi school of thought  yang dinamis dan menjadi kerangka kerja transformasi sosial. Secara khusus, pesantren dituntut untuk mengembangkan pemikiran keislaman yang melampaui problem-problem epistemologis saat ini, seperti dikotomi ilmu-ilmu keislaman, ilmu sosial, ilmu humaniora, dan ilmu eksak-teknologis. Formulasi integrasi-interkoneksi ala UIN Suka, Islamisasi sains ala Al-Faruqi, pohon ilmu ala UIN malang, bahkan hingga pribumisasi Islam ala Gus Dur, masih menyisakan kebuntuan-kebuntuan.
            Pada saat yang bersamaan, institusi pendidikan Islam masih terjebak menjadi teaching-university, belum mengarah secara serius ke research-university, yang menjadi kunci dan nafas institusi pendidikan kontemporer. Integrasi, dialog, atau formula apapun yang hendak mendorong revitalisasi-relevansi ajaran dan pemikiran keislaman, mustahil tanpa dibangun sebuah tradisi riset kuat dan terlembagakan.    
            Secara eksternal, pesantren dan madrasah dihadapkan oleh menguatnya fundamentalisme dan liberalisme pemikiran keislaman; tantangan-tantangan global; sekaligus berbagai peluang dan potensi nasional dan dinamika global.  Tantangan dan peluang selalu berubah dan berkembang secara dinamis, sehingga dibutuhkan riset atau penelitian yang mendalam agar dapat memahami dengan baik.
            Dalam konteks pendidikan, jawaban terhadap semua  tantangan di atas adalah kemampuan pesantren dan madrasah untuk menghasilkan generasi yang beriman-bertaqwa, berintegritas, berkemampuan fikir kritis, dan bertindak transformatif, sebagai agen transformasi sosial. Oleh karenanya, proses pendidikan yang mendorong terbentuknya pribadi dengan integritas akhlakul karimah, dengan nalar kritis, kreatif, dan leadership kuat, menjadi sebuah keniscayaan. Insan inilah yang dalam terminologi Qur’ani disebut dengan generasi ulul-albab, ulul-abshor, ulun-nuha.
            Di sinilah Pondok Pesantren Aswaja Nusantara Mlangi terpanggil untuk ikut memberikan kontribusi dalam membangun dan mengembangkan pemikiran dan generasi muda dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hal ini ditempuh dalam rangka mendorong lahirnya generasi muda bangsa yang beriman, bertaqwa, kritis, kreatif, dan kosmopolit,  sebagai bagian dari mata rantai pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara yang berkarakter, menuju izzul Islam wal muslimin.


Met mumet jadi santri

MET MUMET JADI SANTRI
Setiap hari ku jalani hidup ini
Dengan satu rasa yang tak pasti
Ada rasa mumet memikirkan hari nanti
Apakah sebagus yang ku fikirkan tiap hari
Membuat fikiranku oh,,, mumet sekali
Sungguh mumetnya jadi santri
Kesana kemari di suruh ngaji
Tak menuruti walau hanya sekali ,
Ada suatu hukuman yang berarti
Entah suruh pulang atau nyuci
Mumet jadi santri
Segala sesuatu serba ngantri
Makan , minum dan juga mandi
Bingung jadinya diriku ini
Memikirkan semua yang akan terjadi
Itulah kata yang selalu menyelimuti pikiran 
Met mumet jadi santri
Ketika sakuku kosong tanpa isi
Sepeser              uang pun tak tersisa lagi
Lebih-lebih uang SPP yang belum terlunasi
Tapi itu semua demi mimpi
Harus prihatin di segala segi

Tuk dapatka ridho ilahi

Anak perempuan ayah

Anak perempuan ayah

Disuatu desa yang bernama dera bagak,terdapat seorang anak laki-laki yang bernam cilun,ia adalah seorang pembunuh yang sadis. Nama cilun cukup berkibar disesa itu. Pasar kamis adalah tempat biasa cilun dan anak buahnya mencari uang setoran,meminta bayaran upeti kepada para penjual dipasar.
Ayahku adalah salah seorang penjual nasi sayur dipasar itu,yang turut terpaksa membayar uang upeti kepada cilun dan anak buahnya,namun sudah cukup lama ini cilun tak terlihat dipasar.ternyata cilun telah masuk penjara karna telah membutuh seorang lelaki didesa.
Tak lama kemudian,tersirat kabar bahwa cilun telah bebas dari penjara,anak buah cilun akhirnya kembali membuat ricuh pasar untuk meminta uag upeti kepada penjual dipasar,yang akan digunakan untuk menggelar acara pesta mabuk-mabukan untuk menyambut kebebasan cilun dari penjara.
Sebagaimana kebiasaan keluarga kami setiap selesai sholat maghrib, kami berbincang-bincang dan sampailah kepada kakak ku, arsim. Ayah mengeluh krna kebiasaan arsim yang buruk, selalu berpakaian dan berpenampilan seperti seorang perempuan dan juga berteman dengan perempuan,hingga orang-orang menyebutnya ABG (arsim bujang gadis).
Suatu hari kak arsim meminta izin kepada ibu untuk berubah menjadi seorang perempuan seutuhnya, namun permohonan itupun dibantah oleh ayah seketika. Semenjak pertekaran itu, kak arsim pun pergi dari rumah. Sudah enam bulan kak arsim tidak berada dirumah hingga suatu hari ayah masuk rumah sakit, karena telah bertengkar dengan cilun.
Kak arsim pun mendengar kabar bahwa ayah sakit, setelah itu dia menghampiri cilun dengan penampilan sangat feminim.

Untuk mengelabui cilun,akhirnya cilun mati ditangan kak arsim dan kak arsim berkata “walaupun aku lemah namun aku berani untuk membela apa yang aku perjuangkan”.

take from : kumpulan cerpen